Terimakasih Atas Luka Yang Kau Beri

23.29.00

Dear tuan hendra yang terhormat.

Dulu, aku menganggapmu malaikat yang di turunkan tuhan untuk mengobati segala rasa sakit yang pernah tuhan berikan. Dulu, kau selalu bilang bahwa segala yang terjadi dalam kehidupanku hanyalah sebuah ujian yang akan mengantarkanku kepada kebahagiaan sejati dalam kehidupan.

Dulu, aku percaya ketika kebahagiaan itu perlahan datang dan mengikis rasa sakit yang pernah aku rasakan, perlahan menutup luka hati yang berongga hingga aku lebih banyak tersenyum daripada sebelumnya.

Apakah semua lelaki sepertimu? Penuh KEBOHONGAN dan SANDIWARA ketika mereka ingin mendapatkan gadis yang mereka mau?. Aku fikir semua yang kau lakukan dan kau berikan selama ini kepadaku adalah hal yang tulus.

Ternyata tidak. Kau tau kenapa aku tak pernah mengizinkanmu memegang dan menggandeng tanganku? Itu karena aku menjaga kepercayaan dari kedua orang tuaku dan orang tuamu. Bukan karena tidak cinta, tidak sayang...BUKAN!!

Kau tau, menjalin hubungan di usiaku saat ini sangatlah susah. Akan selalu banyak fitnah dan gunjingan orang di luar sana untuk diriku dan kamu mas. Kau tau pergaulan teman-temanku yang liar mengantarkan hidup mereka ke jurang kehancuran dan kemuraman masa depan.

Aku mencintaimu tulus, bukan karena sebuah keinginan memiliki, bukan karena nafsu, bukan karena rupamu. Aku fikir, selama ini kau tak pernah mempermasalahkan semua ini. Tapi kenapa tiba-tiba kau menghiati segala ucapan kau sendiri?.

Mungkin juga aku harus berkaca pada diriku sendiri, aku terlalu cuek menanggapimu selama ini, aku terlalu membiarkanmu liar dengan kehidupanmu tanpa aku mau tau. Tapi semua itu aku lakukan karena aku percaya sama kamu mas. Percaya kau mampu menjaga hati dan mata kamu dari godaan gadis-gadis di luar sana.

Tapi ternyata aku salah, mungkin juga gadis itu lebih baik dariku sehingga membuatmu berpaling. Kenapa kau tidak mengatakannya langsung kepadaku? Kenapa harus gadis itu yang mengatakannya dan memohon untuk aku melepaskanmu?.

Semudah itu kah mas, semudah itu kau melupakan perjuanganmu untuk mendapatkan perhatianku? Semudah itu kau melupakan kenangan kebahagian kita bersama?

Baiklah mas, aku mengiklaskanmu kepada sang penggantiku. Semoga dialah kebahagiaanmu sesungguhnya. Terima kasih kau dengan sabarnya mau menyembuhkan luka di hati ini, dulu. Dan terima kasih juga atas luka baru yang kau beri untuk kehidupanku kedepannya.

Ketahuilah mas, aku akan sangat susah memaafkan seorang penghianat. Kau tau sendiri bagaimana aku sangat susah memaafkan penghiatan dari sahabat dekatku sendiri, jadi aku tidak bisa janji bisa memaafkanmu atau TIDAK.

Aku mengiklaskan hubungan ini berakhir, semoga kenangan kesakitan penghiatan ini bisa menjadi peganganku menilai seorang lelaki.


DARIKU

You Might Also Like

1 komentar

  1. gimana caranya bisa memiliki buku journal wardah 2016 ?

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung di Blog novawijaya.com jangan lupa meninggalkan jejak kamu disini ya :) Happy Blogging

Kirim Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Community

Blogger Bojonegoro

Member Of

Emak2 Blogger