Pertolongan Pertama Pada Muntaber

14.26.00

 Pertolongan Pertama Pada Muntaber



Ada beragam gangguan pencernaan yang perlu kita ketahui supaya kita lebih waspada dan bisa melakukan usaha-usaha pencegahan. Salah satu gangguan pada pencernaan yang cukup berbahaya jika dibiarkan berlanjut adalah muntaber.
Muntaber merupakan gangguan pencernaan yang menyebabkan seseorang mengalami muntah dan berak secara bersamaan atau terpisah dan berkali-kali sehingga penderita dapat kehabisan cairan di dl tubuh . Jika gangguan pencernaan yang satu ini tidak segera diatasi maka bisa dengan cepat membawa seseorang pada kondisi yang membahayakan jiwanya.
Muntaber merupakan salah satu penyakit yang paling sering di derita oleh masyarakat Indonesia selain penyakit pernapasan, kulit dan paru, dan bisa di derita oleh siapa saja, tanpa memandang status sosial ekonomi, umur, mulai dari bayi sampai lansia, semua bisa saja terkena muntaber.

Mengapa Perlu Mewaspadai Muntaber
Bahaya utama dari penyakit muntaber adalah kehilangan cairan yang terlalu cepat, terutama pada anak-anak. Kehilangan cairan yeng berlebihan dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan) dan bisa berakibat fatal jika tidak segera diatasi. Muntaber ini jauh lebih berbahaya dibanding jika seseorang hanya menderita diare (mencret) saja atau muntah saja. Apalagi jika muntah dan berak yang dialami lebih dari empat kali dalam sehari dan disertai dengan demam tinggi. Jika tidak segera ditangani, penderita muntaber dapat mengalami syok bahkan kematian.
Dehidrasi adalah dimana tubuh kita mulai kekurangan cairan karena kurangnya asupan air ke dalam tubuh total, berupa hilangnya air lebih banyak dari yang masuk ke dalam tubuh.
Dehidrasi tidak bisa dianggap sepele, sering kali kita tidak menyadari bahwa kita telah mengalami dehidrasi. Sebelum tanda-tanda dehidrasi disadari, banyak fungsi tubuh yang meliputi sel, jaringan, dan organ yang sudah banyak terganggu.

Mengenali Tanda-Tanda Dehidrasi
Ada 3 jenis dehidrasi untuk melihat sejauh mana tingkat keparahan akibat kekurangan cairan dan supaya cepat mendapat penanganan. Penilaian derajat dehidrasi dilakukan sesuai dengan kriteria berikut ini :
  1. Dehidrasi ringan : keadaan umum baik (masih bisa beraktifitas biasa), rasa hausnya masih normal, air kencing normal, ada air mata, mata tidak cekung, mulut/lidah basah, nafas normal, jika kulit dicubit akan kembali dengan cepat, denyut nadi normal, ubun-ubun normal/tidak cekung (pada anak).
  2. Dehidrasi sedang : tampak sakit, mengantuk, lesu, gelisah, rasa hausnya berlebih, air kencing sedikit gelap (keruh), air mata kurang, mata cekung, mulut/lidah kering, nafas agak cepat, jika kulit dicubit akan kembali dengan lambat, denyut nadi agak cepat, ubun-ubun cekung (pada anak).
  3. Dehidrasi berat : sangat mengantuk, tidak sadar, lemah, tidak dapat minum, tidak ada air kencing dalam waktu 6 jam, air mata tidak keluar, mata  kering dan sangat cekung, mulut/lidah sangat kering, nafas cepat dan dalam, jika kulit dicubit akan kembali dengan sangat lambat (lebih dari dua detik), denyut nadi sangat cepat, lemah, dan tidak teraba, ubun-ubun sangat cekung (pada anak).
Gejala klinis yang paling spesifik dapat dievaluasi adalah adanya penurunan berat badan akut lebih dari 3% dari berat badan awal. Gejala klinis lainnya yang dapat membantu identifikasi kondisi dehidrasi adalah hipotensi saat berdiri
.Mengenali tanda-tanda awal dehidrasi :
• Merasa lelah tanpa alasan
• Merasa terbakar, wajah memerah
• Merasa mudah tersinggung dan marah tanpa alasan
• Merasa gelisah
• Merasa terkucilkan dan tidak cukup baik
• Merasa depresi
• Merasa kepala berat/sempoyongan
• Gangguan tidur, terutama orang tua
• Rasa tak sabar yang tidak jelas
• Rentang perhatian (fokus) yang amat sempit
• Pendek nafas pada orang sehat tanpa penyakit paru atau infeksi
• Mencari minuman, seperti kopi, teh, soda, dan alkohol
• Mimpi tentang laut,sungai, hal-hal yang bersumber air

Apa Yang Menjadi Penyebab Muntaber
Muntaber bisa disebabkan oleh  kuman (bakteri, atau virus), alergi, keracunan dan lain sebagainya. Muntaber dapat disebabkan sebelumnya penderita terkena infeksi saluran nafas atau infeksi saluran kencing atau penyakit tipus. Tetapi yang paling sering menjadi menyebabkan muntaber adalah bakteri E. coli yang menyerang usus. Biasanya muntaber terjadi karena seseorang mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar dengan bakteri E. coli.
E. coli adalah nama bakteri yang paling dikenali oleh orang awam diantara nama-nama bakteri lainnya. Dia adalah penyebab penyakit muntaber yang seringkali menimbulkan ledakan kasus ( outbreak ) di suatu daerah. E. coli yang merupakan penyingkatan dari Escherichia coli sebenarnya adalah bakteri yang sudah ada di dalam tubuh manusia khususnya di dalam sistem pencernaan dan tidak menimbulkan penyakit.

Kenali Gejalanya
Bakteri yang masuk ke dalam saluran cerna lewat makanan yang telah tercemar akan menimbulkan radang pada saluran cerna sehingga muncul gejala seperti sakit perut, kembung, mual dan muntah-muntah. Muntaber juga dapat disertai dengan gejala demam tinggi (mencapai 38°C atau lebih), kepala pusing, tidak nafsu makan, lemas, dan elastisitas kulit menurun. Beberapa anak bahkan mengalami halusinasi jika sudah mencapai taraf kekurangan cairan elektrolit dalam tubuh.

Cara Mengatasi Dehidrasi
Usaha pertama untuk menolong penderita adalah dengan memberinya sebanyak mungkin cairan, sebelum dibawa berobat ke dokter atau Rumah Sakit. Selama penderita masih sadar dan dapat minum, berikanlah cairan melalui mulutnya. Selain air, perlu pula dikembalikan garam-garam mineral yang ikut hilang. Pertolongan pertama dapat dilakukan dengan memberikan larutan gula garam (oralit) dengan segera begitu terlihat adanya gejala-gejala muntaber agar tidak terjadi dehidrasi. Cara mencampur bahan : larutkan 1 sendok teh gula pasir (4 gram) dan 1 ujung sendok teh garam dapur (1 gram) ke dalam segelas air masak (200 cc).Disamping pemberian oralit, makanan dan minuman lain (cairan rumah tangga) harus tetap diberikan. Jika yang terkena muntaber adalah bayi yang masih menyusu ibunya maka ASI (Air Susu Ibu) terus diberikan. Segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat jika sudah muncul tanda-tanda dehidrasi.
Biasanya kepanikan terjadi jika ada salah satu anggota keluarga terlihat mengalami gejala muntaber. Jika kita melihat hal itu terjadi, tak perlu panik tetapi segeralah bertindak cepat.
Begitu penderita mulai terserang berikan 2 atau 3 gelas larutan yang sudah jadi. Setelah itu setiap kali penderita mencret atau muntah berikan 1 gelas lagi. Sementara pertolongan pertama sudah terlaksana bawalah penderita penderita secepatnya ke rumah sakit terdekat. Pemberian larutan hendaknya diteruskan sampai penderita mendapat pertolongan dokter atau medis. Dengan cara sederhana tersebut penggantian cairan tubuh dapat sesegera mungkin diatasi sehingga dehidrasi dapat dihindari.

Cara Memberikan Oralit
Jika di rumah sudah tersedia oralit dalam kemasan, maka bisa diberikan kepada penderita dengan cara :
  1. Baca aturan pakai dan ikuti instruksi yang tertulis dalam kemasan supaya tidak terjadi kesalahan dalam mencampur serbuk oralit dengan air sehingga jumlahnya berlebihan atau justru kurang.
  2. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika ragu-ragu dalam memberikan oralit.
  3. Oralit diberikan sedikit-sedikit tapi sering supaya tidak semakin merangsang terjadinya muntah.
  4. Jika Anda hendak memberikan oralit pada anak-anak sebaiknya menggunakan sendok dan jangan dengan botol.
  5. Jika terjadi muntah saat pemberian oralit, tunggu dulu 10 menit kemudian lanjutkan pemberian oralit perlahan-lahan.

Cara Mencegah Muntaber
Banyak cara untuk mencegah muntaber, antara lain :
  1. Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan dalam jumlah yang cukup
  2. Penggunaan air bersih untuk minum
  3. Mencuci tangan sesudah buang air besar dan sebelum makan
  4. Membuang tinja, termasuk tinja bayi pada tempatnya
  5. Menjaga kebersihan jamban keluarga
  6. Menjaga kebersihan rumah, terutama kamar mandi, WC dan dapur
  7. Menjaga kebersihan peralatan makan
  8. Mencuci sayuran, buah, dan bahan makanan sebelum dimasak
  9. Memisahkan perangkat anggota keluarga yang terkena muntaber supaya tidak menular pada yang lain
  10. Jika Anda mempunyai bayi maka berikan ASI eksklusif sampai dengan 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI sampai 2 tahun pertama kehidupan serta sebisa mungkin menghindari penggunaan susu botol.

Author by : Penghuni Terakhir Dunia

Referensi :
http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaminggu&kid=24&id=55210
http://organisasi.org/kekurangan-cairan-tubuh-dehidrasi-gejala-diagnosis-jenis-macam-pengobatan
Pitono Soeparto, Liek S. Djupri, Subijanto Marto Sudarmo, I.G.M. Reza Gunadi Ranuh, Sindroma Gangguan Motilitas Saluran Cerna, Divisi Gastroenterologi Anak Lab/SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD dr. Soetomo Fakultas Kedokteran Unair, 2004
Marcellus Simadibrata Kolopaking, Penatalaksanaan Muntah dan Diare Akut : Simposium Penatalaksanaan Kegawatdaruratan, Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI, 2002
Behrman, Robert M. Kliegman, Bonita, Staton, et. all., Nelson : Textbook Of Pediatrics, 17th ed., W.B. Saunders, 2004

You Might Also Like

2 komentar

  1. Kalau sudah kedokter terus udh dikasih obat muntah sebelum makan tapi anak masih muntah aja pas setelah makan gimanah ya baiknya soalnya lemes banget bawaannyya mau tidur aja. Makasih

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung di Blog novawijaya.com jangan lupa meninggalkan jejak kamu disini ya :) Happy Blogging

Kirim Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Community

Blogger Bojonegoro

Member Of

Emak2 Blogger