Tingkat Kesadaran

14.28.00


Tingkat Kesadaran



Yang dimaksud dengan tingkat kesadaran adalah ukuran dari kesadaran dan respon seseorang terhadap rangsangan dari lingkungannya.Untuk melihat tingkat kesadaran seseorang maka dibagi menjadi beberapa tingkatan,yaitu :
  1. Compos Mentis, yaitu tingkat kesadaran yang normal, orang tersebut sadar sepenuhnya terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungannya, serta dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya.  
  2. Apatis, yaitu tingkat kesadaran dimana orang tersebut tidak peduli berhubungan dengan lingkungan sekitarnya, sikapnya acuh tak acuh.
  3. Delirium, yaitu tingkat kesadaran yang berkabut, dimana orang tersebut gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak, berteriak-teriak, berhalusinasi, kadang berhayal.
  4. Somnolen, yaitu tingkat kesadaran menurun, dimana orang tersebut respon psikomotornya lambat, mudah tertidur, namun kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan) tetapi akan jatuh tertidur lagi, mampu memberi jawaban verbal.
  5. Stupor, yaitu tingkat kesadaran seperti tertidur lelap, tetapi orang tersebut masih ada respon terhadap nyeri.
  6. Coma, yaitu tingkat kesadaran yang tidak bisa dibangunkan, dimana orang tersebut tidak ada respon terhadap rangsangan apapun (tidak ada respon kornea mata maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada respon pupil terhadap cahaya).
Perubahan tingkat kesadaran dapat diakibatkan dari berbagai faktor, termasuk perubahan dalam lingkungan kimia otak seperti keracunan, kekurangan oksigen karena berkurangnya aliran darah ke otak, dan tekanan berlebihan di dalam rongga tulang kepala.
Adanya defisit tingkat kesadaran memberi kesan adanya hemiparese serebral atau sistem aktivitas reticular mengalami injuri. Penurunan tingkat kesadaran berhubungan dengan peningkatan angka morbiditas (kecacatan) dan mortalitas (kematian).
Jadi sangat penting dalam mengukur status neurologikal dan status medis seseorang. Tingkat kesadaran ini bisa dijadikan salah satu bagian dari vital sign.

Penyebab Menurunnya Kesadaran
Tingkat kesadaran yang menurun bisa mengindikasikan berkurangnya dari fungsi otak. Tingkat kesadaran dapat menurun ketika otak mengalami adanya kekurangan oksigen (hipoksia), tingkat aliran darah yang menurun/berkurang (misalnya pada syok), kekurangan cairan/dehidrasi, penyakit-penyakit metabolik (misalnya diabetes mellitus yang menyebabkan terjadinya koma), adaanya pengaruh dari obat-obatan, pada keadaan kekurangan/kelebihan elektrolit berupa unsur natrium, mengkonsumsi alkohol, mengalami keracunan, penurunan/peningkatan suhu tubuh, adanya peningkatan tekanan intrakranial (karena perdarahan, stroke, tomor otak), adanya infeksi di selaput otak (encephalitis, meningitis), epilepsi, adanya trauma di kepala.

Pengukuran Tingkat Kesadaran
Cara untuk mengukur tingkat kesadaran dengan hasil seobjektif mungkin salah satunya adalah dengan menggunakan GCS (Glasgow Coma Scale). GCS dipakai untuk menentukan derajat cidera kepala. Reflek membuka mata, respon verbal, dan motorik diukur dan hasil pengukurannya dijumlahkan, jika kurang dari 13, maka seseorang dikatakan cidera kepala, yang menunjukan adanya penurunan kesadaran.
Metoda lainnya adalah dengan menggunakan skala AVPU, dimana seseorang diperiksa apakah kesadarannya baik (alert), adanya respon dengan kata-kata (verbal), hanya berespon jika adanya rangsangan nyeri (pain), atau pasien tidak sadar sehingga tidak ada respon baik verbal maupun ketika diberi rangsangan nyeri (unresponsive).
Ada pula skala lainnya yang lebih sederhana dan lebih mudah dari GCS dan mempunyai hasil yang kurang lebih sama akuratnya, yaitu skala ACDU, seseorang diperiksa kesadarannya apakah baik (alertness), bingung/kacau (confusion), mudah tertidur (drowsiness), dan tidak adanya respon (unresponsiveness).

Author by : Penghuni Terakhir Dunia

Referensi :
American Academy of Neurology : Awareness
Steven Laureys, Giulio Tononi, The Neurology of Consciousness, Academic Press, 1st ed. 2008
Mahar Mardjono, Priguna Sidharta, Neurologi Klinis Dasar, Dian Rakyat, Cet. 12, Jakarta, 2008.

You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah berkunjung di Blog novawijaya.com jangan lupa meninggalkan jejak kamu disini ya :) Happy Blogging

Kirim Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Community

Blogger Bojonegoro

Member Of

Emak2 Blogger