Sahkan RUU Kepalangmerahan "PMI HARGA MATI"

13.03.00

Setiap kali berbicara tentang RUU Kepalangmerahan yang tak ada ujung-ujungnya, rasanya ingin teriak mencaci maki Manusia-manusia picik yang gila hormat di gedung DPR Senayan, yang selalu mempermainkan nasib kita para pejuang kemanusiaan.


RUU Kepalangmerahan ini awal mulanya bernama RUU Lambang Palang Merah, Ide ini berawal dari kawan-kawan Universitas Trisakti pada tahun 1998.
Kenapa Trisakti? bermula dari tewasnya salah satu dari tiga Mahasiswa Trisakti karena ditembak orang tidak dikenal yang kemudian diduga pelakunya adalah oknum pasukan Brimob. Kebetulan, salah satu dari ketiga mahasiswa itu adalah alm Elang, dia adalah anggota KSR PMI. Saat itu orang tua Elang pun protes, mengapa Elang yang notabene adalah anggota PMI, yang katanya dilindungi tapi toh mati juga karena menjadi sasaran tembak aparat? Dimanakah tanggung jawab PMI? Saat itu, ketum PMI Mar'ie Muhammad bersama ibu Ulla ( Pengurus bid relawan ) mendatangi orang tua Elang dan menyampaikan santunan duka cita sebesar Rp. 25 Juta. Uang itupun ditolak oleh ibunda Elang dan menyampaikan, "Kami tidak butuh uang ini. Silahkan berikan saja kepada orang- orang yang menembak anak saya. Yang saya inginkan adalah Elang kembali..."Ujar ibunda Elang berurai air mata. Rombongan PMI pusat pun kembali tanpa bisa berbuat apa-apa.

Kemudian akibat kejadian itu, rekan-rekan pusat study hukum humaniter Univ Trisakti membuat usulan bahwa Indonesia perlu aturan jelas tentang perlindungan terhadap penggunaan lambang palang merah. Bukan hanya lambangnya yang dilindungi, melainkan juga pemakainya!!!!!
Usulan itu mendapat sambutan dari berbagai pihak dan dibentuklah tim yang terdiri dari berbagai unsur pemerintahan. Dan pada akhirnya, memasuki periode DPR era reformasi, RUU Lambang Palang Merah resmi diterima DPR pada tahun 2004 untuk dibahhas pada periode DPR 2004-2009. Namun Demikian, ternyata semangat perlindungan itu juga dibarengi dengan semangat kebebasan. Salah satunya mengenai penggunaan lambang bulan sabit merah. Berdirilah BSMI yang saat itu diinisiasi oleh kader-kader PKS. walaupun BSMI bukan Underbow PKS, namun karena pendiri dan aktivisnya saat itu adalah kader-kader PKS yang militan, maka tidak heran jika BSMI kemudian mendapatkan dukungan kuat dari FPKS di DPR. Adapun PMI, tidak ada satu partai pun yang secara politik mendukungnya.

Sehingga, saat RUU mencapai tahap pembahasan di pansus menuju paripurna, entah bagaimana ceritanya, yang pasti FPKS kemudian yang menjadi ketua pansus RUU lambang Palang Merah di DPR. Kita pakai logika saja, bagaimana partai yang menolak PMI dapat menjadi ketua pembahasan RUU yang memenangkan PMI? orang awam politik pun pasti akan tertawa dan secara mudah akan menebak apa yang akan terjadi. Ya..sang ketua pansus menetapkan bahwa tidak ada voting dalam pembahasan RUU ini. Artinya, jika tidak ada voting, maka agar RUU dapat disahkan, harus seluruh fraksi setuju. Satu saja fraksi tidak setuju maka RUU batal. Tahu apa ujungnya? jelas.. FPKS Menolak RUU ini disahkan dan bahkan dapat laporan resmi ditulis dalam keterangan menkumham, penyebabnya adalah karena DPR tidak mencapai kata sepakat karena menginkan BSMI masuk juga kedalam UU sejakar dengan PMI. DPR dalam hal ini tentunya adalah FPKS .

Nah....sekarang bagaimana kondisi saat ini? Asal tahu saja, paripurna terakhir Desember. Daftar Calon tetap Pemilu Legislatif  sudah keluar. Artinya, orang-orang DPR yang nyalon lagi, dah pada sibuk keluar daerah nemuin konstituen. DPR kosong. 9 April 2014 pemilu legislatif. Pada 2004 juga. PMI pilih ketua baru. Maka jika pada desember 2013 RUU Kepalangmerahan tidak dapat disahkan, tidak bakalan RUU akan dibahas di 2014. Nasib sama juga menimpa RUU lain yang belum selesai. RUU yang mandeg gak cuma PMI. Kalau mau cepat dibahas ya harus melobi. Tapi siapa di pusat yang mau melobi? level untuk melobi ketua partai adalah hanya ketua umum alias pak JK seorang. PP lain bukan levelnya. Nah,,,sekarang kalau boleh usul, teman-teman di seluruh provinsi, semolah semua pengurus kalian. Demo agar mau mendesak pak JK memenuhi janjinya. Kalau bapak JK Mau, dia bisa menyelesaikan konflik kecil ini. Menyelesaikan konflik aceh dan ambon yang berdarah-darah aja bisa kok. Masa menyelesaikan konflik urusan Lambang aja ga bisa. Tapi ini bukan soal bisa atau tidak. Tapi MAU atau TIDAK !!!
Saya memang orang awam yang baru bergabung sekitar 1 Tahun di PMI. Tapi saya begitu mencintai organisasi kemanusiaan ini, Karena Jarang ada orang yang mau mengorbankan waktunya hanya untuk membantu menolong sesama. Bagi saya teman-teman yang tergabung dalam organisasi PMI ini adalah orang-orang yang luar biasa, semua ini bukan perkara dahulu mana terbentuknya  PMI dan BSMI atau lambang yang digunakan. Tapi sejarah PMI tersebut yang tidak bisa dikembalikan... sejak 17 september 1945 setelah 1 bulan INDONESIA Merdeka PMI sudah membantu menolong sesama tanpa mengharapkan Jasa, dengan keikhlasan dari dasar Hati Nuraninya. Apa mereka bisa mengembalikan nyawa Almarhum pejuang PMI Yang sudah terlebih dahulu gugur dalam tugas. sebut saja Almarhum mas Tutur dari PMI Bantul yang gugur waktu erupsi merapi 2010 lalu. Apa mereka bisa kembalikan itu semua.
Atas Dasar agama yang mereka bawa, Lambang Palang Merah yang kita pakai bukan simbol dari orang kristen ataupun Lambang Bulan Bintang yang dipakai oleh BSMI juga bukan Simbol agama Islam.
Kami hanya meminta pengakuan untuk keselamatan kami saat bertugas, kenapa dipersulit, dan kenapa kami selalu dipermainkan seperti sekarang ini. Dimana Hati Nurani Kalian wahai Para anggota DPR Yang Terhormat, tidak lihatkah kalian saat kami bertugas dengan sepenuh hati, jiwa dan raga kami, tanpa meminta imbalan, tidak pernah ada satu unsur politikpun yang kami bawa, kami selalu Netral.
Kenapa???? Kenapa?? Kalian tidak membuka Mata, kenapa kalian hanya haus kekuasaan. Tanpa melihat perjuangan kami para Relawan Palang Merah Indonesia yang selama ini bertugas dengan sepenuh jiwa dan raga, dan tak takut akan kehilangan Nyawa. Bagiku  "PMI HARGA MATI". SAH KAN RUU KEPALANGMERAHAN SEKARANG JUGA.

Sekian

Ini saya tulis dari berbagai sumber tentang keluh kesah mereka para relawan PMI yang menginginkan segera disahkannya RUU Kepalangmerahan menjadi UU Kepalangmerahan.
Sekian.

You Might Also Like

1 komentar

Terimakasih sudah berkunjung di Blog novawijaya.com jangan lupa meninggalkan jejak kamu disini ya :) Happy Blogging

Kirim Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Community

Blogger Bojonegoro

Member Of

Emak2 Blogger