Al-Fatihan Codes ( Prinsip-Prinsip Revolusi Diri )

15.11.00

Kali ini saya ingin mereview buku fenomenal karangan Bapakku upss maksud saya bapak Bupati Bojonegoro :D @KangYotoBJN . Buku ini sangat keren menurut saya karena saya menemukan pelajaran-pelajaran yang sangat berharga yang selama ini saya abaikan begitu saja.
banyak sekali pelajaran hidup yang patut kita contoh dan teladani dari buku ini.
THE AL-FATIHAH CODES (PRINSIP-PRINSIP REVOLUSI DIRI)

Alfatihah adalah surat yang paling populer dikalangan kaum muslim. Setiap hari, berkali-kali surat ini dibaca oleh kaum muslim, khususnya dalam sholat mereka. Selain itu, Al-Fatihah merupakan Induk dari seluruh ayat Al-Qur'an. Al-Fatihah adalah mekanisme yang luar biasa untuk membangun karakter. "Al-fatihah adalah pembuka yang sempurna bagi segala macam keberhasilan dan kebaikan". Dengan Al-Fatihah, setiap ayat menjadi terkodekan dan bermakna sebagai perintah untuk diri sendiri. Terakhir, Al-Fatihah merupakan kode-kode harapan, yang terus-menerus membantu kita selalu mengingat visi, misi, dan jalan hidup kita.
Bagaimana cara menggunakan Al-Fatihah?
Yang pertama adalah Niat " Fokus, Membuka Hati".
Niat adalah statement, sebuah peta penghubung yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Niat juga pernyataan yang menghubungkan diri kita dengan Allah, Orang lain, dan alam. Niat merupakan landasan moral, dasar, dan bentuk dari sebuah perbuatan. Niat akan menentukan "nilai" baik atau buruk, diterima atau tidaknya suatu perbuatan.
Ketika kita melakukan aktivitas yang dicintai, kita bisa sangat asyik, sehingga seringkali lupa waktu. Bahkan Thomas Alfa Edison yang telah menemukan ribuan penemuan sekaligus pendiri General Electric pernah mengatakan," Aku tidak pernah bekerja seharipun dalam hidupku, semua itu adalah keasyikan belaka".
Tujuan yang masih mengambang akan menjadikan tindakan yang mengambang. Tujuan yang jelas dan tegas akan memberi efek tegas dan jelas pula dalam melangkah. Perjalanan adalah transformasi dari meminta ke memberi, dari mendapatkan Ilmu ke memberi ilmu, dari dicintai ke mencintai dan menyayangi, dari diperhatikan ke memperhatikan, dan dari dilindungi ke melindungi.

Yang Kedua Adalah Takbir : " Menetapkan sang superior dalam hidup kita".
Allahu Akbar , Sesungguhnya Perang yang lebih Dahsyat adalah "Perang melawan Hawa Nafsu"
 Maka Sejatinya, manusia terbagi atas dua kategori ekstream " Pertama, orang-orang yang mampu menjinakkan hawa nafsunya sehingga bisa memberi manfaat kepada siapa pun.
Kedua,mereka yang masih dikuasai hawa nafsu sehingga selalu menjadi biang keresahan dan masalah bagi siapapun. Ketika mereka masih menganggap ego mereka yang paling hebat, sejatinya itulah yang disebut dengan kafir atau "yang menolak". Menjadikan Kepentingan diri sendiri sebagai Tuhan. Untuk itulah, kita memerlukan takbir (Allahu Akbar), Untuk menegaskan posisi diri dalam pertarungan sehari-hari.
"TAKBIR adalah PILIHAN untuk MEMENANGKAN Tuhan".
Takbir berarti mengagungkan dan memuliakan Allah, dan keyakinan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih besar, lebih penting, dan lebih agung dari-Nya (Sang Superior). Sehingga setiap sesuatu yang besar, pada hakikatnya kecil dihadapan kebesaran-Nya.
Yang Ketiga adalah Ta'awwudz : "Tahu dan sadar penuh, setan ( hal negatif ) apa yang harus dibuang".
Sejatinya, godaan dan rayuan yang dialami manusia, tidak lain adalah bisikan negatif yang bersumber dari dalam diri manusia sendiri. Artinya, setan adalah penjelmaan bawah sadar manusia dan kompleksitas kejiwaannya. Ada enam setan yang kehadirannya amat nyata di tengah masyarakat kita dan membuat kita tidak bisa maju.
Perang melawan enam setan merupakan pekerjaan terbesar. Kalau keenamnya takluk, seluruh persoalan akan lebih mudah ditangani.
Keenam setan itu adalah:
1. Memandang bahwa hidup ini mudah
2. Lari dari tanggung jawab
3. Tidak menyukai proses
4. Iri Hati
5. Percaya bahwa ngrasani (bergunjing) sebagai sumber kebenaran
6. Mental peminta

Setan Pertama "Memandang bahwa hidup ini mudah".
"Pesimis adalah sebuah kekuatan yang dihasilkan dari ketidakpercayaan diri."
"Ketidakpercayaan untuk melakukan sebuah perubahan atau tindakan yang menantang resiko. Orang pesimis lahir dari ketidakmampuan dirinya menghadapi realitas lingkungan di sekitarnya. Mungkin mereka pernah mencoba beberapa kali dengan sikap optimisme untuk perubahan, tapi karena gagal, maka muncullah pikiran-pikiran "tidak mungkin". Sehingga, secara perlahan mental pun mulai dihinggapi kekuatan pesimis." "Mereka yang pesimis, berteman akrab dengan kegagalan".
Jadi, tidak ada yang perlu ditakuti dalam hidup ini. Sebab kita sudah sadar penuh bahwa hidup ini memang sulit, dan harus dihadapi.
Lawan!!

Setan Kedua "Tidak Menyukai Proses"
Karena sejatinya, proses merupakan perantara untuk mencapai takdir keberhasilan atau takdir kegagalan yang sesungguhnya.
Sukses tidaklah Instan, yang dapat kita upayakan adalah mempercepat dan memaksimalkan proses. "Dengan menghargai proses, kita belajar untuk menjalani setiap tahapan-tahapan hidup. Sebuah kastil besar tak akan bisa berdiri tanpa ada satu per satu bata. Sebuah tulisan tak akan bisa tersaji tanpa ada kata-kata yang merangkulnya. Sebuah lukisan tak akan jadi indah tanpa ada goresan-goresan kuas. Proses adalah satu hal yang harus selalu diingat dan dihargai. Proses adalah perjalanan yang mesti diarungi, mau tidak mau."
Dengan menghargai proses, kita akan bersungguh-sungguh dalam mencapai tujuan (hasil). Sedangkan setan yang tidak menghargai proses akan membuat kita menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan, baik dengan halal atau tidak.
Mengapa anda Tidak Korupsi, suka menerobos/bypass, sikap dan sifat yang menginginkan hasilnya saja, malas bikin SOP, atau rendah disiplin?? Karena sejatinya ia terjebak dengan setan enggan mengakui proses.
Jadi Mari Kita Buang!!

Setan Ketiga "Iri Hati"
Tingkat pertama adalah usaha menyaingi orang lain untuk memperoleh nikmat yang ia miliki.
Tingkat kedua, adalah membenci orang lain yang memperoleh nikmat yang tak bisa kita miliki.
Tingkat ketiga, adalah kebencian terhadap orang yang memperoleh nikmat, dan ada usaha menghilangkan kenikmatan dari orang tersebut.
Tingkat keempat, adalah usaha untuk memperoleh nikmat, dan hanya untuk diri sendiri.
Tingkat kelima, atau level tertinggi, adalah ketika seseorang tidak lagi mempersoalkan apakah dirinya mendapat kenikmatan atau tidak, melainkan, berorientasi menghilangkan kenikmatan pada diri orang lain (orang yang diirihatikan).
"Memerang Setan Iri Hati harus dilakukan dengan dua cara : ILMU dan AMAL."

Setan Keempat : "Suka Bergunjing".
Dalam sebuah Hadits, Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang mempergunjingkan seorang muslim baik lelaki maupun perempuan, Allah tidak akan menerima shalat dan puasanya selama empat puluh hari empat puluh malam sampai orang yang dipergunjingkan memaafkannya.
KARENA,
Setan yang suka bergunjing akan menghancurkan mahkota moralitas manusia, merenggut martabat, dan kualitas-kualitas mulia dengan kecepatan yang menakjubkan. Ia membakar habis moral di jantung si penggunjing.

Setan Kelima "Tidak Percaya Diri"
"Percaya diri, adalah kondisi mental/psikologis yang memberi keyakinan kuat untuk melakukan suatu tindakan."
 "Percaya diri adalah berbuat dengan penuh keyakinan. Apa pun tantangan yang dihadapi dan dalam kondisi apapun, selalu ada keyakinan dan semangat menggapai cita. Rasa percaya diri adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk maju dan berkembang serta selalu memperbaiki diri."

Setan Keenam "Peminta"
Manusia sejatinya hanya ada dua macam, yaitu peminta dan pemberi.
Peminta adalah induk dari setan-setan lainnya.
Seorang PEMBERI memikirkan orang lain, sedangkan PEMINTA hanya memikirkan diri sendiri.
Sekarang, saatnya mengevolusi kebiasaan. Letting gone, buang semua setan yang ada dalam diri, isi dengan hal-hal positif."
"Kodenya, buang dengan ta'awwudz dan kemudian isi dengan basmallah. Dengan cara Allah."
Jangan biarkan bibit,fujur, keluh kesah dalam diri kita tumbuh subur oleh setan peminta ini!!

Yang Keempat adalah dengan Kode 1 "Menyatu dengan sang maha kasih, menghidupkan sang maha kasih dalam diri. Menjadi pemberi, pengasih, dan penyayang bagi sesama makhluk Allah". "Untuk sukse kita harus menyelaraskan tujuan, cara, dan alat yang kita gunakan dengan apa yang ditunjukkan oleh Allah."
Asmaul Husna Sebagai Pedoman . "Asmaul Husna adalah nama-nama indah Tuhan yang bukan hanya memiliki makna, tapi juga memiliki kekuatan untuk merekontruksi kehidupan manusia."

Yang Kelima adalah dengan Kode 2 " Puji Syukur... "Aku melihat dan mendayagunakan segala anugerah-Mu dalam diri dan lingkunganku, sebagai amanah-Mu Ya Rabb-ul-'aalamiin".
Membaca Nikmat Tuhan "Pribadi yang bersyukur adalah pribadi yang bisa melihat sisi positif, bukan yang mengeksploitasi negatif". Memang hanya sedikit yang cerdas dan bijak membaca nikmat Tuhan. Selebihnya adalah manusia yang suka berkeluh kesah, mengeluh, dan tidak bersyukur. Bahkan kerap menyalahkan orang lain, su'uzhan dan berprasangka buruk kepada Allah. "Al-Fatihah adalah kode yang dibangun dari dan untuk membangun rasa syukur".

Yang Keenam adalah dengan Kode 3 : Rahmat kasih sayang " Akulah Sang Pengasih dan Penyayang".
Karena Cinta adalah Memberi "Cinta mengandung pemberian kebaikan, perlindungan, penyelamatan, pembebasan, dan memerdekakan orang lain. Di dalam cinta ada perasaan tulus melibat." memberi lebih membahagiakan daripada menerima. Ada keajaiban dibalik "memberi". Suatu rahasia yang hanya diketahui oleh orang-orang yang berjiwa besar. Memberi itu menyehatkan. Ketika memberi, semesta akan membuka dan mengalirkan energi kembali kepada mereka dalam jumlah berlipat ganda. Arrahmanirrahiim, dengan cara-Mu aku menerima dan menebar kasih sayang".

Yang Ketujuh adalah dengan Kode 4 : Keberanian dan tanggung jawab
Bertanggung Jawab "Marilah kita hidup dengan totalitas. Karena totalitas akan membawa pada keberanian dalam hidup. Maliki Yaumiddin, saya berani!" "Berani menghadapi risiko berarti berani tidak takut melakukan usaha, tidak takut menghadapi rintangan, apa pun yang terjadi. Sederhananya, kita harus memiliki sikap hidup yang mampu menjinakkan kegagalan demi kegagalan."
"Maliki yaumiddin. Kita adalah Raja, yang menjinakkan kegagalan-kegagalan kita."

Yang Kedelapan adalah dengan Kode 5 : Penghambat dan Kemandirian "Totalitas dalam berkarya, memberi, dan mandiri"
Iyyaka na'budu: Tuhan, aku persembahkan akhir dari semua karyaku ini kepada-Mu.
Wa iyyaka nasta'in: hanya kepada-Mu Allah aku meminta.
"Seluruh usahaku, perbuatanku, perjuanganku, dan hidupku hanya akan berhasil bila selalu berhubungan dengan Allah yang universal"
Dengan bertawakal kepadaq Allah SWT, kita dapat selamat dari segala bentuk ketergantungan yang merupakan sumber kehinaan dan keterkurungan, serta memberikan kebebasan dan kepercayaan diri kepadanya.

Yang Kesembilan adalah dengan Kode 6 : Jalan Ketuhanan "bertekad konsisten di orbit ketuhanan".
Allah telah membuka jalan kesuksesan yang disediakan bagi mereka yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memasukinnya.
Konsisten Meraih sukses dengan cara :
1. Mulailah Konsistensi dari yang kecil.
    Konsistensi hanya akan didapat dengan memulainya dari hal-hal kecil terlebih dahulu.
2. Ingat;ah Nilai Tindakan Sekecil Apa pun.
    Setiap langkah, setiap tindakan, dan setiap ucapan yang benar adalah bernilai yang akan mengantarkan   kita kepada keberhasilan dan konsistensi.
3. Pengawasan
    Jika kita masih sulit untuk konsisten, mungkin kita perlu bantuan orang lain untuk mengawasi kita.

Yang Kesepuluh adalah dengan Kode 7 : Totalitas dalam belajar " Belajar dari orang yang sukses, belajar dari mereka yang gagal, dan belajar dari diri sendiri (mawas diri), simpati, apresiasi, dan empati terbuka untuk semua kebaikan".
Shirotolazina an'amta alaihim ghoiril maghdhubi 'alayhin wa ladhallin, sebuah deskripsi yang bisa kita ubah menjadi preskripsi lagi, dengan perintah agar belajar baik pada orang sukses maupun orang gagal. Dan selalu evaluasi diri atau belajar dari diri sendiri.

    Kode-kode al-fatihah adalah alat untuk membaca Al-Qur'an secara keseluruhan. Dengan memasang kode-kode tersebut, maka kita akan menemukan seluruh inti/makna al-qur'an. Bahasa al-Qur'an pada dasarnya tergantung pada kita. Tergantung pada bagaimana kita menangkap, menerjemahkan,memaknai, dan mengaplikasikan kode-kode di dalamnya menjadi sebuah "kode kehidupan" yang baru.
Ada proses Code-Recode yang berlangsung.

Bagi yang ingin memiliki Buku Ini, bisa langsung saja cari di Gramedia-Gramedia Terdekat.
Semoga Bermanfaat ^_^




You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah berkunjung di Blog novawijaya.com jangan lupa meninggalkan jejak kamu disini ya :) Happy Blogging

Kirim Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Community

Blogger Bojonegoro

Member Of

Emak2 Blogger