Catatan Tentang Sepenggal Perjalanan Kehidupan

21.22.00

Ini semua tentang aku dan hidupku....


Kaki melangkah Roda melaju, semua demi mencapai tujuan.
Tetapi sudahkah kita mengerti kemana arah tujuan hidup ini?
langkah kaki sejak kecil hingga besar, tahukah kemana akan melangkah?
ribuan kilo ditempuh dengan kendaraan, tahukah kemana perjalanan hidup akan ditempuh?

Langkah setiap orang berbeda, demikian juga dengan perjalanan hidup ini.
Tiada jalan yang mudah di lewati tanpa hambatan,
Ibarat perjalanan harus naik turun gunung, melewati jembatan,
mengatasi jalan yg berlobang,jalan ramai hingga jalan yang sepi.

Terkadang kita berjalan sendiri, kadang bersama-sama melangkah.
Terkadang bergandeng tangan melangkah dengan teman dan sahabat,
atau terkadang harus berjalan bersama dengan orang yang tidak kita sukai.
walau disetiap persimpangan, pasti akan terjadi perpisahan atau pertemuan kembali.

Bagiku hidup adalah untaian cerita penuh makna yang abstrak. Membias dalam keseharian di atas kanvas tanpa warna dasar. Saat bahagia, betapa kanvas itu selalu ingin diwarnai dengan tinta warna-warni pelangi. Namun ketika bersedih, kanvas itu seolah-olah basah akan genangan air dan sulit diwarnai kecuali dengan cipratan lumpur ratapan pilu.

Manusia hidup ibarat melakukan perjalanan. Ia mempunyai berbagai bekal, yang kadang ia tak sadar bahwa memilikinya. Ia punya banyak pilihan jalan, kendaraan dan teman seperjalanan. Dan selayaknya perjalanan, ia menjumpai banyak persimpangan.
Manusia digariskan untuk dapat berkehendak merdeka. Maka perjalanan manusia satu dengan yang lainnya tak ada yang persis sama. Bahkan kita berbeda-beda dalam menentukan hal mana yang menjadi prioritas dalam perjalanan.

‘Maju kena mundur kena’, jangan-jangan ‘diam pun kena’ juga. Ibarat makan buah simalakama, kita bakal tersudut dalam pilihan teramat sulit. Namun, itulah kehidupan. Apapun yang dilakukan punya konsekuensi. Maju atasi problem maupun mundur hindari soal, tak berarti soal lantas beres. Satu soal selesai atau menghindarinya, toh soal lain juga bakal muncul. Bahkan diam pun ternyata matangkan soal hingga lahirlah soal yang lain.

Hidup atau mati termasuk pilihan. Takut mati, jangan hidup. Takut hidup, mati saja. Hidup segan mati tak mau, episode hidup anak manusia tak bervisi. Segala hal pasti ujungnya masalah. Yang ini salah, yang itu pun salah juga. Terus, maunya apa? Maka untuk apa hidup dimanfaatkan? Hidup bukan hanya soal harta dan tahta. Hidup adalah segala karunia Allah SWT. Sebab akhir kisah hidup kita happy ending atau sad ending juga adalah pilihan. Ditentukan di hari ini, di detik ini.

Hidup kita ini akan terasa lebih indah kalau kita menyadari bahwa hidup ada di tangan kita sendiri bukan di tangan orang lain. Kitalah yang mengendalikan hidup kita. Kita sebenarnya dapat mengubah nasib kita kalau kita mau. Mengubah nasib senantiasa dimulai dengan merubah pikiran kita yaitu paradigma kita dalam melihat dunia.

Sebuah Motivasi dalam Hidup yang selalu aku pegang yaitu tentang sebuah lilin harapan karena apa yang tidak pernah mati dalam hati kita hanyalah HARAPAN. Meskipun Damai, Iman dan Cinta seringkali kering, hilang dan mati dalam hidup kita, Harapan tetap mampu untuk menghidupkan ketiga hal penting lainnya. Selama masih ada harapan? semua yang kita inginkan masih mempunyai kesempatan untuk terwujud.

Bahwa kadang hidup hanya seperti sebuah perjalanan di atas kereta. Kita bertemu dengan orang tak dikenal, berbincang, dan sesekali tertawa bersamannya, lalu kita turun di stasiun masing-masing dan berpisah. Tapi cerita tidak pernah selesai disitu. Karena akan selalu ada kereta lain yang mengantar kita menuju perjalanan selanjutnya. Kita tidak benar-benar berpisah. Kita hanya sedang memilih kereta yang berbeda, yang mempertemukan kita dengan orang yang berbeda. #SK2H

 Yahhh....ini adalah perjalanan selanjutnya, setelah say goodbye PMI ( Palang Merah Indonesia ) Organisasi yang selama ini telah membesarkanku, memberiku banyak pengalaman berharga, keluarga sahabat dan juga kenangan-kenangan yang sulit untuk dilupakan. Tapi benar, kita tidak akan benar-benar berpisah. Aku hanya sedang memilih kereta yang berbeda, yang mempertemukanku dengan orang yang berbeda. Dunia baru, pengalaman baru :) begitulah. Tapi hati dan jiwaku masih tertancap kuat di organisasi kemanusiaan ini. Biar hanya menjadi kenangan, kenangan luar biasa dalam perjalanan hidupku, pengalaman yang akan ku ceritakan dengan bangganya kepada anak-cucuku kelak.

Sepahit obat atau semanis gula, hidup tetaplah menjadi sebuah perjalanan yang mesti kita tempuh tanpa bisa kita menawarnya. Apapun yang akan terjadi di masa depan, tetaplah optimis. Walaupun pada kenyataannya untuk sedetik ke depan, Tuhan tetap saja membiarkan lika liku jalan kehidupan menjadi misterius bagi kita semua.

You Might Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah berkunjung di Blog novawijaya.com jangan lupa meninggalkan jejak kamu disini ya :) Happy Blogging

Kirim Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Community

Blogger Bojonegoro

Member Of

Emak2 Blogger