Kenapa Pilih Caleg Perempuan???

22.14.00


Kenapa Pilih Caleg Perempuan ? Mungkin  masih  banyak  yang  mempertanyakan  ataupun meragukan  keberadaan  Perempuan  di  Legislatif.  Kaum  perempuan   sebagai   pemilih  terbanyak  di Indonesia  harus  bisa  berfikir  cerdas  dalam  memilih  calon  legislatifnya.  Dalam  kaca  pandang saya,  legislatif  perempuan  lebih  mampu  untuk  memahami,  mengayomi  dan  memperjuangkan  kaum  perempuan.  Hak-hak  perempuan  harus  diakomodasi  dan  disetarakan  juga  dong.

Dari  hasil  yang  saya  baca  di  website  KPU  ( Komisi  Pemilihan  Umum )  Undang-Undang  Pemilu  tahun  2014  ini,  telah  mengatur  kebijakan  kuota  30%  Perempuan,  hanya   saja  sekarang  ini   yang jadi  masalah,  Soal  dukungan???  kenapa  dukungan  pemilih  terhadap  perempuan  sangat  minim,  sehingga  dalam  Pemilu  2009  lalu,  Kursi  DPR  RI  perempuan  hanya  terwakili  18%,  oleh  sebab  itu  kerja  keras  Caleg  Perempuan,  baik  di  DPR  RI  maupun  DPRD  Provinsi  serta  Kabupaten/Kota  harus  lebih  menonjol  dari  Caleg  Laki-laki.


Kenapa  harus  lebih  banyak  caleg  perempuan  yang  duduk  di  Parlemen?  Karena  keinginan  terbesar  saya  pribadi  sebagai  kaum  perempuan  yaitu  ingin  perempuan  bisa  berjuang  untuk  Negara  dan  kesejahteraan  kaum  perempuan  khususnya.  Perempuan  merupakan  kelompok  rentan  yang   sering  menjadi  obyek  kekerasan,  penganiayaan  dan  pencabulan.  saya  ingin  sekali  ada  persamaan  gender,  hak  dan  kesetaraan  supaya  deskriminasi  yang  selama   ini   terjadi   dihapuskan.   Perempuan  masih  lemah  karena akses  informasi  dan  keamanan minim. Sementara itu kekerasan, penganiayaan dan pencabulan terhadap  perempuan  yang   sering   terjadi  di  daerah-daerah  dan  juga  tempat  umum  merupakan  masalah  serius  yang  perlu  mendapat  perhatian  lebih.  Padahal,  seringkali  orang-orang  bilang,  di  balik  pria  sukses  terdapat  wanita  sukses.  Begitulah  kata  peribahasa  yang  biasa  digunakan  untuk  menunjukan  kesetaraan  kekuatan  gender.

Tentang Korupsi?? Masyarakat banyak yang mengatakan lebih  mempercayai  anggota Legislatif  perempuan,  karena  jarang  yang  terlibat  korupsi.  Kita  semua  tahu,  korupsi  di Negara  kita  ini  sudah  merajalela,  hampir  semua  lapisan  masyarakat  tak  hanya  petinggi  yang  melakukannya  tapi  dari  masyarakat  yang  biasa-biasa  saja  pun  banyak  yang  melakukan  hal  yang  namanya  Korupsi.  Tapi  selama  ini  yang  pernah  saya  lihat,  mayoritas itu semua dari gender laki-laki yang lebih menguasai sel tahanan KPK. 
Apabila diperhatikan dengan seksama juga, kebanyakan anggota legislatif yang melakukan tindak pidana adalah anggota legislatif laki-laki, bahkan mungkin hampir rata yang terlihat korupsi adalah anggota legislatif laki-laki. Sedangkan anggota legilslatif perempuan sedikit sekali dan jarang terjadi. Kemungkinan ini memang karena anggota parlemen didominasi oleh pria, partisipasi perempuan dalam politik hanya 18 persen dibandingkan partisipasi laki-laki yang mencapai 82 persen. Maka dari itu tahun ini perempuan harus menduduki 30% kuota di parlemen. Perempuan sebagai agen perubahan, berkarya untuk bangsa dan negara.

Kekerasan terhadap perempuan?? Kita tahu, bahkan sering melihat di berita-berita Televisi maupun Media cetak , Media Online dan lain sebagainya, tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sekali menjadi korban kekerasan di negara tempatnya bekerja. Luar negeri, harapan mereka ketika berangkat adalah untuk merubah nasib keluarga, mencari peruntungan di negeri tetangga karena minimnya lapangan pekerjaan di negeri sendiri. Tapi yang mereka dapat malah sebaliknya, kekerasan, penganiayan dan pencabulan yang sering terjadi pada Tenaga Kerja Wanita ( TKW ) khususnya harus menjadi tanggung jawab pemerintah. Bukan hanya perlindungan dan bantuan hukum saat peristiwa tersebut terjadi di sana, tetapi juga saat mereka kembali ke Indonesia.

Saat TKI yang menjadi korban kekerasan, penganiayaan, pencabulan dan lain sebagainya kembali ke Indonesia, keluarga mesti menanggung sendiri akibatnya. Bahkan banyak pula yang pulang hanya tinggal jenazah.  Ini yang seharusnya menjadi perhatian khusus. Untuk mereka yang berjuluk Pahlawan Devisa.

Tentang Permasalahan perempuan dan anak? Banyak sekali permasalahan perempuan dan anak yang masih belum terselesaikan dan masih menjadi topik hangat hingga saat ini, di antaranya tingginya perkawinan usia dini, pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga, dan kekerasan terhadap anak. Tentunya, jika kita mempunyai pemimpin perempuan, pasti bisa merasakan dan memperjuangkan hak-hak seorang  anak dan perempuan. Jadi lebih bisa mengerti dan merasakan penderitaan yang sedang dihadapi oleh perempuan dan anak tersebut.

Tentang Ekonomi?? Kita tahu sekarang ini nilai rupiah atas nilai dolar sedang melemah, hal ini mengakibatkan harga bahan kebutuhan pokok lebih tinggi yang memicunya inflasi, sehingga perempuan yang memegang kendali kebutuhan konsumsi rumah tangga mengalami kegundahan. Mereka harus menata ulang daftar kebutuhan pokoknya setiap bulan. Dan tentu saja hal ini kurang menguntungkan perempuan di desa dan kota yang berpendapatan rendah yang berakibat berkurangnya kualitas gizi yang dikonsumsi oleh keluarga sehari-hari. Hal itu dapat memicu tumbuh kembang anak dan kesehatan keluarga. lebih banyak keterwakilan perempuan di parlemen sangat penting dalam penanganan masalah perempuan dan anak. Selama ini, sudah banyak perempuan yang duduk di parlemen namun belum cukup mengakomodir seluruh persoalan perempuan dan anak. Khususnya, belum mampu menyuarakan kementerian/lembaga untuk memiliki kebijakan yang berperspektif gender, termasuk dalam penganggaran. Diharapkan dengan keterwakilan perempuan dengan kuota 30% mendorong kebijakan yang lebih peduli pada kepentingan perempuan dan anak.

Soal kenyamanan perempuan di tempat umum? Sering kali kita lihat, para ibu-ibu pusing mencari tempat tersembunyi untuk menyusui anak mereka, atau mencari kain untuk menutupinya. Padahal untuk kaum laki-laki, mereka sudah disediakan tempat terspesial di tempat umum untuk aksi rokoknya. Kita lihat lagi, banyak kaum perempuan  khususnya para muslimah yang memakai rok panjang susah menaiki bus, coba kalau ada trotoar khusus yang sama tinggi dengan tangga bus pada koridor tempat menaikkan penumpang, mereka akan terbantu. Mereka sering kalah oleh laki-laki yang lebih leluasa seenaknya dengan tenaga yang mereka punya untuk naik ke bus, jadi banyak sekali kaum perempuan yang harus mengalah kepada laki-laki hanya untuk naik bus saja.

Dengan adanya keterwakilan perempuan di DPRD setempat, kebutuhan khusus tersebut diharapkan mampu diperhatikan serta diperjuangkan. kapan lagi kita menghargai dan menghormati hak-hak perempuan. Pemerintah seharusnya mendukung perempuan melakukan pengorganisasian dan peningkatan kapasitas kepemimpinannya, agar dapat menggunakan haknya untuk berpartisipasi dalam setiap lembaga dan proses pengambilan keputusan dalam pembangunan bangsa dan negara.

Tentang suara perempuan di pemilu?? caleg perempuan seharusnya memiliki nilai lebih bila dia mengenal dan dekat dengan masyarakat. Karena banyak infrastruktur di daerah yang beranggotakan perempuan bisa dimanfaatkan, seperti majelis taklim, PKK dan sebagainya.

Peningkatan kesejahteraan perempuan?? Dengan adanya keterwakilan perempuan yang kapabel di legislatif, atau memenuhi 30% kuota yang disediakan, diharapkan mampu memperjuangkan kebutuhan dasar perempuan sehingga bisa meningkatkan kualitas yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan kaum perempuan khusunya.

Banyak sekali Golput yang terjadi dari kalangan perempuan kenapa?? Selama ini, perempuan tidak banyak yang tau tentang Visi dan Misi dari calon legislatifnya, apabila caleg perempuan ini lebih bisa merakyat dan bersatu kepada visi dan Misi kesetaraan gender tadi. Mungkin itu semua bisa merangkul suara perempuan dan pemilih pemula yang masih tergolong anak-anak remaja. Kita lihat dari ibu-ibu PKK seluruh Indonesia yang berjuta-juta anggotanya, seharusnya para caleg lebih bisa masuk ke organisasi ini dan berbaur bersama Ibu-ibu PKK dan membuat program bersama mereka, serta membuat Visi Misi yang bisa membantu kemajuan dari Ibu-ibu PKK ini kedepannya, misalnya skill, kreativitas dan juga hal-hal positif lain yang bisa diajarkan. Sehingga para ibu-ibu PKK ini tidak terfokus pada pekerjaan rumah tangganya setiap hari, tapi masih ada hal positif lain yang bisa dikerjakan.

Yang kedua, remaja perempuan. Jumlah remaja perempuan di Indonesia ini sangatlah besar, dekatilah mereka sebagai pemilih pemula melalui karang taruna, remaja masjid, organisasi-organisasi perempuan, dan lain sebagainya. Sehingga bisa menumbuhkan angka partisipasi dalam pemilu ini dan mengurangi angka Golput ingat “ Tak kenal maka tak sayang “. Kalau sudah kenal pasti mereka semangat untuk memilih.
Harapan kepada caleg perempuan ?? Harapan ini terhadap caleg perempuan, mereka harus lebih peka atau sensitif terhadap denyut aspirasi rakyat yang paling dalam. Sebab aspirasi perempuan ada yang tersembunyi dan ada yang nyata. Jadi mereka harus benar-benar bisa membuka aspirasi masyarakat, khususnya perempuan untuk ikut serta menyampaikan aspirasi yang terpendam dalam diri setiap orang.

Lemahnya hubungan antara perempuan anggota legislatif dengan organisasi perempuan serta tidak adanya agenda bersama yang berbasis pada isu perempuan. Perempuan yang masuk legislatif, tidak terhubung dengan aktivisme organisasi perempuan dengan beragam isu.  Sebaliknya organisasi perempuan pun cenderung ambivalen bersikap terhadap perempuan anggota legislatif. Maka tidak ada agenda bersama yang menjadi mata rantai pengikat antara perempuan di dalam dan luar legislatif.

Di sisi lain, patut dicermati bahwa pemilih Indonesia sebenarnya mulai memperhitungkan kekuatan caleg perempuan. Ada sejumlah wilayah kabupaten/kota yang dikategorikan ‘tinggi’ perolehan suara untuk caleg perempuan, mencapai  diatas 50% suara dari total suara sah. Jumlah kehadiran perempuan dalam politik menyisakan banyak persoalan dan tantangan.

Angka korban KDRT, angka kematian ibu dan anak (AKI), angka korban perdagangan perempuan dan anak (human trafficking), dan angka buta huruf adalah sebagian contoh isu riil yang mesti jadi bagian integral dalam agenda perjuangan politik perempuan. Perlu pendekatan lebih supaya bisa lebih memahami apa yang diinginkan masyarakat khususnya kaum perempuan makhluk yang rentan sekali menjadi korban penganiayaan, pencabulan, dan perdagangan. Karena selama ini belum ada yang memperjuangkan kehormatan perempuan dan keselamatan perempuan yang lebih. Hanya perempuan yang mengerti perempuan.
Dari pemilihan legislatif 5 tahun kemarin, banyak sekali perwakilan-perwakilan perempuan di parmelen yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, mereka sudah mulai masuk ke permasalahan-permasalahan yang kerap sekali terjadi kepada perempuan, tapi karena minimnya dukungan, karena di parlemen tahun kemarin hanya 18 % saja kuota perempuannya. Berikut beberapa anggota legislatif perempuan yang menurut saya cukup bagus dan cukup berkualitas seperti :

1.    Nurul Arifin

Berikut prestasi Nurul Arifin yang patut dibanggakan oleh kaum perempuan diantaranya :
  • Mengikuti training “Strengthening Comitte Operations in the Legislature” yang diselenggarakan oleh House Democracy Parthnership (HDP) bekerja sama dengan National Democratic Institute (NDI) (Maret, 2011)
  • Undangan menjadi pemantau dari International Foundation for Electoral System (IFES) untuk memantau pemilu elektronik (e-voting) di Filipina (2010)
  • Peraih Penghargaan Kartini Awards 2009 sebagai Wanita Indonesia Terinspiratif dalam Bidang Politik (April, 2009)
  • Undangan menjadi pemantau dari Partai Liberal Australia untuk observasi kampanye pemilu Partai Liberal untuk Dewan Kota Brisbane dan Gold Coast Council (2008)
  • Mengikuti “Training Campaign Management” yang diselenggarakan oleh The Liberal Party of Australia, 2008
  • Pembicara “Human Right” di konferensi Partai Conservative Party of Norway di Oslo, Norwegia, 2007
  • Undangan menjadi pemantau dari LDP (Partai Demokrat Liberal) Jepang untuk mempelajari Perbandingan politik desentralisasi dan otonomi daerah di Jepang (2007)
  • Mendapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup (duta Lingkungan Hidup) (2006)
  • Alumni KSA XIII Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS) RI (2005)
  • Mengikuti workshop Women Shaping Democracy 24-25 Oktober, 2005, di Philippines utusan dari FES (Friedrich Ebert Stiftung).
  • Terpilih sebagai Young Global Leaders dari World Forum – Swiss (Januari, 2005)
  • Menerima Penghargaan Nasional Wira Kencana dari BKKBN Pusat (September 2004).
  • Pembicara Art Education dalam Seminar Wanita Women Driving The Development of The Malay and Islamic World Seminar di Malaysia, (4-5 Oktober 2003)
  • Terpilih sebagai salah satu perempuan berkualitas untuk kandidat anggota Legislatif versi LSM Cetro (2003).
  • Penerima penghargaan utama dari Badan Narkotika Nasional Indonesia sebagai Artis Peduli Narkoba (2003)
  • Mengikuti Workshop Asia-Pacific Festival Conference of Women in The Art di Filipina dengan tema Changing she images women remaining (in) the world (2002).
  • Terpilih sebagai Fun Fearless Female 2002 (versi majalah Cosmopolitan).
  • Penerima RS M.H. Thamrin Award sebagai Artis Peduli AIDS (2001).
  • Peraih Penghargaan Buletin Sinetron sebagai Artis Peduli AIDS (2000).
  • Peraih penghargaan YPI sebagai Artis Peduli AIDS (2000)
  • Penerima dua kali beasiswa dari Ford Foundation untuk studi jender dan seksualitas di FISIP UI (1997 dan 1998).
2.    Boki Ratu Nita Budhi Susanti

  • Ratu Ternate
  • Pembina Sanggar Kesultanan Ternate
  • mendapatkan penghargaan sebagai tokoh perubahan sosial Maluku Utara dari “Samurai Award” tahun 2006
Ratu Boki ini merurut saya adalah wanita yang luar biasa, seorang ratu, cantik, pintar, banyak wawasan dan yang tak kalah penting, mau berjuang untuk reformasi.
Dan tentunya masih banyak anggota legislatif daerah perempuan lain yang berprestasi selain mereka berdua.

Kita juga pernah dipimpin oleh presiden perempuan yang tak perlu dipertanyakan lagi kualitasnya, Megawati Soekarno Putri
putri dari presiden pertama republik Indonesia ini adalah pemimpin berkelas dunia! Penerima penghargaan Long Time Achievement di bidang politik dari International Conference of Asian Political Parties -ICAPP (Desember 2010), ini juga pernah diposisikan Majalah Forbes(2004) sebagai perempuan kedelapan terkuat dunia. Dialah Ibu Reformasi Indonesia! Seorang pendiam berkepribadian emas. Presiden RI ke-5 ini teguh memegang prinsip, konsisten dan visioner. Dia seorang pejuang sekaligus simbol dan inspirasi reformasi.
Dia sejajar dengan Tokoh-Tokoh perempuan pemimpin berkelas dunia lainnya, seperti Sonia Gandhi (India) urutan ketiga, Presiden Filipina Gloria Arroyo (9), Perdana Menteri Banglades Begum Khaleda Zia (14), Presiden Sri Lanka Chandrika Kumaratunga (44), pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi (45) dan Mantan Perdana  Menteri Inggris Margareth Thatcher .

Masih ragu untuk memilih perempuan? Jangan pernah berfikir kalau semua perempuan itu lemah, perempuan juga bisa menjadi pemimpin, diatas sudah ada beberapa contohnya. Jadi tak usah ragu untuk memilih perempuan, women as agents of change “Perempuan sebagai agen perubahan “ yang bisa memperjuangkan hak-hak perempuan.
Jadi? Masih ragu untuk memilih caleg perempuan? Kalau saya pribadi sihh tentu tidak. Saya ingin ada perubahan di parlemen 5 tahun kedepan, harus lebih baik dari sebelumnya. Ayo gunakan hak suara kalian tanggal 9 April nanti, jadilah pemilih cerdas, pilihlah pemimpin yang berkualitas.  Salam MATOH.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Ass. Semoga kedepanya Anggota dewan lebih banyak perempuan dan bisa merobah dunia ini amin

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung di Blog novawijaya.com jangan lupa meninggalkan jejak kamu disini ya :) Happy Blogging

Kirim Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Community

Blogger Bojonegoro

Member Of

Emak2 Blogger