Begini Cara Menikmati Air Terjun

16.58.00


Suka berwisata ke Air Terjun?

Saya mau berbagi pengalaman tentang cara menikmati air terjun. Kalau biasanya kita menikmati air terjun dari bawah dan menikmati rintikan airnya di bawah, kali ini kita bisa menikmatinya di atas air terjun. Bagaimana caranya?


Tentunya bukan sembarang air terjun yang bisa, apalagi air terjun yang tinggi, karena tidak mungkin kita memanjat kesana. Salah satu air terjun yang ada di Bojonegoro, yang terletak di desa Tondomulo Kedungadem ini adalah salah satu air terjun yang bisa kita nikmati keindahannya dari atas.

Bukan hanya rintikan airnya, tapi juga ada semacam kolam diatas sana yang mana bisa kita pakai untuk berenang ketika musim penghujan. Dibawah air terjun ini juga terdapat semacam danau kecil yang tingginya tidak seberapa yang terlihat sangat jernih.

Boleh berenang disana nggak?

Boleh aja, asal kamu pintar berenang karena kalau tidak bisa berenang bisa bahaya, apalagi kita berhadapan dengan sungai yang bawahnya berpondasikan tanah berlumpur. Bisa-bisa kita tenggelam dan susah untuk naik lagi, kan ngeri.

Disamping air terjun ini terdapat sumur minyak tua yang sudah tidak digunakan lagi, sumur ini diproduksi pada zaman belanda yang waktu itu sedang menjajah di Indonesia. Selain sumur tua, dulu juga ada rel kereta api kuno di tengah hutan ini, tetapi sekarang sudah hilang. Mungkin dijual oleh perongsok. Lumayan kan besi segitu banyaknya.

Akses menuju ke tempat ini juga sangat gampang. Kita hanya perlu menitipkan kendaraan kita di pos pantau KPH Bunten dan berjalan kurang lebih 500 meter atau sekitar 5 menit. Air terjun ini mempunyai ketinggian sekitar 500 meter, tidak cukup tinggi juga tidak cukup pendek. 

Banyak dari warga Kedungadem sendiri yang sampai saat ini tidak tau tentang keberadaan air terjun ini karena tidak ada yang berminat untuk mendokumentasikannya. Warga setempat menamakannya Air Terjun Dung Lantung yang entah apa artinya.

Yang pasti, didaerah ini terdapat banyak sungai dengan batuan yang sangat bagus dan sangat jauh dari perkampungan warga. Konon katanya juga ada air yang terus menetes walaupun di musim kemarau dan tidak ada hujan, tapi entah dimana tempatnya, bulu kudukku sudah merinding duluan. Warga menamakannya dengan Dung Tes “Kedung yang selalu menetes”.

Kalau kita mau jalan keatas sedikit, kira-kira 1 jam menggunakan kendaraan, kita bisa menikmati sendang yang sangat indah yang katanya keindahannya seperti sendang yang dipakai oleh para bidadari. Tapi untuk sampai kesana, kita harus menanjak melewati 7 tikungan yang cukup curam. Tapi anehnya, disana juga ada Desa loh…bener-bener terisolasi daerahnya.

Inilah salah satu kepuasan yang saya dapat ketika menyisir daerah-daerah pedalaman seperti ini, karena saya bisa tau daerah yang selama ini masih awam di telinga dan penglihatan saya, daerah ini juga masih berada di wilayah kota kelahiran saya. Saya bangga akan hal itu.

Apalagi saat ini masyarakat di Bojonegoro sangat gencar mengekspose potensi lokal yang ada di daerahnya masing-masing, salah satunya adalah gencar-gencarnya mereka mempromosikan potensi Air Terjun yang ada di daerah Bojonegoro.


Walaupun Air terjun yang ada disini tidak setinggi yang ada di Malang atau Kota lain, tapi setidaknya tanah kelahiranku ini juga memiliki objek wisata air terjun yang tidak kalah indahnya dengan kota-kota lain. Saya sangat menikmatinya dan saya bangga bisa melihatnya. Saya bersyukur bisa menjadi salah satu bagian yang diizinkan untuk melihat berbagai potensi yang ada di sekitar saya. 


Semoga liburanmu menyenangkan.

You Might Also Like

15 komentar

  1. gabisa berenang saya mba:( jd mesti hati2 kalo ada di tempat kaya gini :)

    BalasHapus
  2. Ngeri lah kalo air terjun,, wkwkwwk

    BalasHapus
  3. Dungadem, Dunglantung, Dungtes.

    Nama unik yang selalu ada unsur genangan air. Di desa tempat kelahiranku, juga pernah ada namanya Dungilon, hampir sama tapi sedikit berbeda mitosnya banyak genderuwonya. Dan kenapa dinamakan Dungilon? konon katanya airnya bisa dibuat untuk bercermin (Semua air juga gitu kale, asalkan bukan air keruh). Tapi emang begitu ya....

    Kamu tahu, aku punya sebutan baru buatmu....Dasar cewe dung...dung...dung..dung... hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hishhh jitak mas Darul ..masa dung dung -_-

      Hapus
  4. Hahaha... fotomu yang paleng bawah itu lho..
    pengen tak buat meme ae... :)) hahaha...

    BalasHapus
  5. Aku justru takut berenang di kawasan air terjun.. Takut mencemari lingkungan.. Hihihi.. Jadi kecipak-kecipuk aja uda seneng banget :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha itu kan sungai jadi airnya mengalir terus

      Hapus
  6. Cantik sekali mba air terjunnya ya.

    BalasHapus
  7. gambar air terjun yang dishare di pojokwb manaaaaaa? :D

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung di Blog novawijaya.com jangan lupa meninggalkan jejak kamu disini ya :) Happy Blogging

Kirim Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Community

Blogger Bojonegoro

Member Of

Emak2 Blogger