Beginilah Perjuangan Tim Kelas Inspirasi

13.16.00

Kelas Inspirasi

Berbagai persiapan menuju Hari Inspirasi itu sangatlah tidak sedikit dan gampang. Kami harus mempersiapkannya dengan sangat matang dan juga memerlukan berbagai persiapan yang sangat panjang. Saya masih ingat dulu waktu pertama kali gerakan ini masuk ke Bojonegoro, masih sangat asing dan awam bagi saya.

Sebuah gerakan yang menuntut saya berani menghadapi berbagai macam karakter orang, yahhh perjuangan yang sangat tidak gampang. Seseorang mungkin melihatnya kalian keren, kalian luar biasa bisa melaksanakan Gerakan ini dengan sukses, tapi tidak tau bagaimana perjuangan kami sebenarnya.

Pernah mendapat cacian dari pihak Dinas yang akhirnya bisa membesarkan kami, semua proses permohonan izin itu masih sangat teringat jelas di memory. Bahkan ada pihak yang kaget kenapa harus disini? Kenapa harus kami? Apakah daerah kami se- marginal itu? Padahal daerah tersebut memang benar-benar marginal dan jauh dari kota. Sebuah proses yang sangat panjang untuk bisa meyakinkannya.

Sempat kami mengeluh dan berhenti di tengah jalan karena proses awal, hanya beberapa panitia yang aktif membantu proses persiapan sampai Hari Inspirasi, tapi kami tetap istiqomah..berapapun jumlah panitia yang aktif membantu gerakan ini, gerakan ini harus tetap berjalan karena kami yakin pasti ada jalan dan bala bantuan yang datang, dan keyakinan kami itu memang benar-benar terjadi. Allah pasti membantu umatnya yang berniat Baik.

Kami sebagai panitia mempunyai tugas masing-masing karena dibagi menjadi beberapa tim / divisi yaitu, External Relation, Recruitment, Shool Relation, Volunteer Relation dan Media Dokumentasi. Semua divisi itu mempunyai peranan yang sama-sama penting dibidangnya, terutama teman-teman Shool Relation yang saya akui tugasnya paling berat.

School Relation bertugas mempersiapkan acara dan sekolah yang akan terlibat di Hari Inspirasi nanti, dimana mereka harus melakukan survey lokasi sekolah, mengisi borang assesment, dan meminta izin kepada Diknas dan UPTD. Terbayang bagaimana mereka mesti menelusuri daerah yang bener-bener awam di mata mereka, bahkan beberapa kali sempat tersesat karena tidak tau rutenya.


Terlebih ketika survey di tengah hutan dengan kondisi jalan yang berlumpur dan sedang hujan, tanpa sebuah keikhlasan dan komitmen mereka terhadap gerakan ini, tidak akan ada yang mau melakukan hal seperti itu. Tanpa di bayar, tanpa mendapatkan imbalan apapun dan mereka tidak memerlukan penghargaan atau pujian dari dedikasi mereka ini, karena mereka melakukannya dengan ikhlas.

Terbayang bagaimana mereka harus menyisir daerah hutan dengan rute yang tidak bisa dimasuki oleh motor biasa dan mereka harus berjalan kurang lebih 2 jam dengan kondisi yang tidak mulus, lumpur yang menggenangi jalan sesekali membuat kaki mereka sulit untuk melangkah dan melanjutkan perjalanan mereka.

Inilah anak-anak Indonesia yang sangat mencintai tanah kelahirannya, anak Indonesia yang ingin ikut melunasi janji kemerdekaanya “ Mencerdaskan anak Bangsa”, anak Indonesia yang rela panas-panasan, mengeluarkan banyak tenaga dan waktu mereka hanya untuk mempersiapkan proses demi proses menuju hari H.

Saya hanya ingin teman-teman tau, kami tidak mengharapkan pujian ataupun penghargaan atas ini semua, kami hanya ingin teman-teman menghargai kerja keras kami, jangan hanya bisa mengeluh tentang keterbatasan kami. 

Kami sudah berjuang sepenuh tenaga dan hati kami, kalaupun ada yang masih kurang ayolah kita jalan bersama-sama menutupi kekurangan itu. Bukankah banyak uluran tangan lebih bagus dari pada hanya satu? 
Bagi teman-teman yang tidak sanggup dengan medan yang kami tentukan tahun ini, tolonglah jangan banyak mengeluh, gerakan ini bukan gerakan gaya-gayaan tapi gerakan yang benar-benar kami tujukan kepada generasi penerus yang masih ada di pedalaman. Banyak dari mereka yang tidak tahu seperti apa wajah kota kita, seperti apa profesi-profesi yang ada di luar sana.

Bagi yang benar-benar terketuk pintu hatinya, kami akan sangat bersyukur atas urun tangannya, bagi yang hanya ingin bergaya ikut gerakan ini. Silahkan mundur, kami tidak memerlukan anda. Masih banyak orang yang mau dan peduli dengan pendidikan Indonesia.
Kelas Inspirasi


Disaat para teman-temannya bermain, dia sibuk dengan bukunya. Yahhh hanya ada 2 guru yang ada waktu kami sampai disana :)



Salam Hangat #JabatErat


You Might Also Like

30 komentar

  1. Tulisannya bikin saya terharu mbak, begitu berat perjuangan untuk membantu anak bangsa, tapi yakinlah semua ini pasti ada hikmahnya...semangat!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya menulisnya juga penuh dengan air mata :)

      Hapus
  2. wah kapan aku bisa sehebat kalian yah :(

    BalasHapus
  3. Aku pengeeen banget ikutan KI, tapi masih ada bayi yang ngga bisa ditinggal2 :( Di Semarang udah mau KI gelombang dua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa ikut terlibat ya mbak :)

      Hapus
  4. Asyik nih bisa ikut acara seperti ini, mudah-mudahan suatu hari nanti bisa ikut acara seperti ini.

    BalasHapus
  5. Ya Allah. Ini SD apa mbak namanya? Negeri kan? Masak pihak Dinas nggak percaya? Seret aja mereka kemari biar tahu kondisi sebenarnya. Atau dibuat laporannya terus di blow-up ke media. Biar pihak Dinas tahu rasa, hehehe.

    Kalau ingin memberikan donasi ke Kelas Inspirasi bagaimana caranya ya mbak? Nuwun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inbox FB q atau Kelas Inspirasi Bojonegoro ya mas :)

      Hapus
  6. seru banget perjalanannya,sayang banget yang KI di Pekanbaru g nyampe Siak :(

    BalasHapus
  7. aku dari dulu pengen ikutan KI gini...cuma gak jadi2...
    seruuu yaaaa pastinya berbagi dan menginspirasi ^^

    itu sekolahnya hikz :"(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya makkk ayok ah gabung :D pasti seru

      Hapus
  8. Novaaa... semangat yaaa! You're rockin!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh terimaksih :) yukk gabung Kelas Inspirasi :D

      Hapus
  9. Btw, foto yang ke tiga dari bawah kog keliatannya ruangannya udah bagus ya...
    tuh sampek ada tenis mejanya juga...
    apakah itu di perpustakaan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu ruang kelas yg dikasih papan tenis meja. Anak2 di SD itu sering memenangkan berbagai lomba tenis tingkat kabupaten

      Hapus
  10. Ini pertama kali aku main ke blog ini, tapi langsung kagum sama postingannya.
    Kelas Inspirasi emang beneran menginspirasi ya! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, terimakasih ka..yukk gabung kelas inspirasi :)

      Hapus
  11. Hm, memang kadang ada aja orang yang niatnya cuma gaya-gayaan pas ikut jadi volunteer kayak Kelas Inspirasi ini. Biasanya mereka ingin terlihat berjiwa sosial tapi pamrih, kalau diliput atau dilihat orang baru bekerja. Seperti kata kaka, orang-orang seperti ini silahkan mundur saja, bukan membantu, cuma menyusahkan. Para volunteer itu kan harus mereka yang ikhlas dan tahan mental, niatna harus tulus untuk membantu sesama dan hanya mengharap imbalan dari Tuhan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, kadang suka bete kalau ketemu yang seperti itu

      Hapus
  12. Videonya kapan nih diunggah? hehe

    Salam Inspirasi, Mbak. (:

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah ada di yutub :) salam inspirasi ^_^

      Hapus
  13. Luar biasa semangatnya mbk dan kawan" demi untuk mencerdaskan anak bangsa, bahkan harus melewati banyak rintangan untuk mencapai sebuah tujuan yg mulia, semoga selalu diistiqomahkan niat yg baik. salam kenal dr saya mbk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal mbak munar. Terimakasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  14. Jalanannya rusak parah euy.. :( Salut dengan kegigihan tim pengajar :'D

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung di Blog novawijaya.com jangan lupa meninggalkan jejak kamu disini ya :) Happy Blogging

Kirim Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Community

Blogger Bojonegoro

Member Of

Emak2 Blogger